Sosiologi olahraga, juga disebut sosiologi olahraga, adalah subdisiplin sosiologi yang berfokus pada olahraga sebagai fenomena sosial. Ini adalah bidang studi yang berkaitan dengan hubungan antara sosiologi dan olahraga , dan juga berbagai struktur, pola, dan organisasi atau kelompok sosial budaya yang terlibat dengan olahraga. Bidang studi ini membahas dampak positif olahraga terhadap individu dan masyarakat secara keseluruhan secara ekonomi, finansial, dan sosial. Sosiologi olahraga berupaya melihat tindakan dan perilaku tim olahraga dan pemainnya melalui sudut pandang sosiolog.
Olahraga diatur dengan peraturan dan tata tertib perilaku, batasan ruang dan waktu, serta mempunyai badan pengatur. Hal ini berorientasi pada suatu tujuan, yang menunjukkan pemenang dan yang kalah.
Emosi dalam olahraga
Emosi selalu menjadi bagian besar dalam olahraga karena dapat mempengaruhi atlet dan penontonnya sendiri. Para ahli teori dan sosiolog yang mempelajari dampak emosi dalam olahraga mencoba mengklasifikasikan emosi ke dalam beberapa kategori. Meski kontroversial, diperdebatkan, dan didiskusikan secara intens, klasifikasi ini tidak bersifat definitif atau kaku. Emosi sangat penting dalam olahraga; atlet dapat menggunakannya untuk menyampaikan informasi spesifik dan penting kepada rekan satu tim dan pelatihnya dan mereka dapat menggunakan emosi untuk mengirimkan sinyal palsu untuk membingungkan lawannya. Selain atlet memanfaatkan emosi untuk keuntungannya, emosi juga dapat berdampak negatif pada atlet dan performanya. Misalnya, "demam panggung", atau rasa gugup dan ketakutan, dapat memengaruhi performa mereka dalam olahraga, baik secara positif maupun negatif.
Tergantung pada tingkat olahraganya, tingkat emosinya berbeda-beda. Dalam olahraga profesional, emosi bisa menjadi sangat kuat karena ada lebih banyak orang dengan peran berbeda yang terlibat. Ada atlet profesional, staf pelatih, wasit, kru televisi, komentator, dan yang tak kalah pentingnya, para penggemar dan penonton. Ada lebih banyak pers publik, tekanan, dan tekanan diri sendiri. Sangat sulit untuk tidak terlibat secara emosional dalam olahraga; olahraga sangat baik dalam memunculkan sifat-sifat terburuk dalam diri seseorang. Terjadi perkelahian dengan kekerasan ketika satu tim mengalahkan tim lain dalam permainan yang intens, perkelahian dan teriakan yang keras, dan juga pertengkaran verbal yang intens. Emosi juga sangat menular, apalagi jika ada banyak orang yang emosional dalam satu ruang.
Masalah - msalah dalam pertandingan
1. Tidak sportif
Sportif merupakan kesadaran yang selalu melekat, bahwa lawan bertanding adalah kawan bertanding yang diikat oleh pesaudaraan olahraga. Sportif merupakan sikap mental yang menunjukkan martabat ksatria pada olahraga. Nilai sportif melandasi pembentukan sikap, dan selanjutnya sikap menjadi landasan perilaku.
2. Rasisme
Rasisme dalam dunia olahraga banyak sekali terjadi, baik di Indonesia maupun di mancanegara. Misalnya pemain kulit hitam diteriaki suporter bak “monyet”, dan lain-lain. Hal ini dapat mengganggu konsentrasi pemain, tetapi juga dapat mengganggu tayangan pertandingan dan dapat merusak sportivitas dalam olahraga. Rasis dalam dunia sepakbola sering muncul dalam sebuah pertandingan antarnegara atau antarklub di Eropa yang disebabkan oleh banyak faktor seperti sejarah masa lalu sebuah bangsa, ego etnis, dan adanya pengecualian ekonomi antar dua negara.
Rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu – bahwa suatu ras tertentu lebih istimewa dan berhak untuk merendahkan bahkan memperbudak ras lain yang di anggap lebih rendah.
Adapun tindakan rasisme baik secara perkataan maupun perlakuan yang melanggar HAM. Karena setiap manusia memiliki hak untuk dihormati, dipandang baik dan diperlakukan secara adil. Perkataan berbau rasis dapat merendahkan derajat dan martabat manusia. Sementara itu, perlakuan rasisme dapat menghambat manusia dalam melakukan sesuatu atau mengakses sesuatu. perkataan maupun perlakuan rasisme kerap kali ditemukan pada ranah olahraga.
Dengan banyaknya aksi rasisme dalam dunia olahraga, membuat organisasi-organisasi olahraga di dunia bahkan di Indonesia membuat aturan-aturan yang sifatnya membatasi dan membatasi ruang gerak aksi rasisme bagi setiap pelaku olahraga baik pemain, pelatih, maupun supporter.
Dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”), unsur dengan sengaja dan tanpa hak selalu muncul dalam perumusan tindak pidana c iber. Bunyi Pasal 28 ayat (2) UU ITE adalah sebagai berikut:Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang bertujuan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). dengan hukuman yaitu pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).
Contoh masalah olahraga
Liga tarkam
Tarkam atau antarkampung adalah pertandingan olahraga tingkat amatir yang ada di Indonesia yang biasanya berlangsung di kampung-kampung. Olahraga yang dimainkan pada tarkam umumnya merupakan olahraga yang populer di masyarakat Indonesia, seperti sepak bola ataupun bola voli. Ajang seperti ini rutin digelar pada bulan-bulan tertentu untuk kesenangan.
Berikut dampak negatif dari tarkam :
1. Keamanan
Pemikiran yang lebih matang dan dewasa saat ini lebih dibutuhkan di suporter klub sepakbola Indonesia, dimana mereka tentu saja harus bersikap sewajarnya dan tidak terlalu over misal klubnya menang dan juga tidak anarkis jika klubnya kalah serta saling mengedepankan respek antara suporter klub.
sayangnya kefanatikan dan kecintaan yang berlebih inilah yang kemudian memancing adanya kerusuhan antara suporter dimana misal ada pertandingan klub terutama Derbi, biasanya suporter klub yang menang akan berselebrasi dan merayakan kemenangan tersebut secara berlebihan bahkan sampai mengejek fans dan klub lawan yang mereka kalahkan.
2. Minimnya fasilitas
Jika seorang pemain cedera, fasilitas untuk pertolongan pertama tidak tersedia dengan baik. Apalagi, bila misalnya harus dibawa ke rumah sakit.
Kesimpulan
Sosiologi olahraga lahir karena ilmu keolahragaan bukanlah monodisiplin tetapi multidisiplin. Kajian dalam sosiologi olahraga sangat penting karena olahraga dipandang sebagai miniatur masyarakat dan cermin dari kondisi sosial masyarakat secara global. Kajian sosiologi olahraga akan memberikan solusi atas permasalahan dalam bidang olahraga dan masyarakat secara luas yang terjadi secara dinamis.
Referensi
Makri, Kenneth. "Bukan Sekadar Permainan: Olahraga dan Masyarakat di Amerika Serikat" . Inquiryjournal.com . Diakses pada 25 Februari 2019 .
McPherson, Barry D.; Curtis, James E.; Loy, John W. (1989). Signifikansi Sosial Olahraga: Pengantar Sosiologi Olahraga . Champaign, Illinois: Kinetika Manusia. hlm.15–17.
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Sociology_of_sport#cite_ref-64
https://psychology.iresearchnet.com/sports-psychology/sports-emotions/
https://kaltimtoday.co/rasisme-menggerus-nilai-sportivitas-dalam-dunia-olahraga
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rasisme
https://journal.upgris.ac.id/index.php/civis/article/view/632#:~:text=Sportif%20merupakan%20kesadaran%20yang%20selalu,selanjutnya%20sikap%20menjadi%20landasan%20perilaku.
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Sociology_of_sport
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/PENJAKORA/article/view/19503
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Unsportsmanlike_conduct
https://www.kompasiana.com/abdulmajid6257/5facc6ecd541df3dc71013a2/urgensi-sosiologi-olahraga#:~:text=Kajian%20dalam%20sosiologi%20olahraga%20sangat,luas%20yang%20terjadi%20secara%20dinamis
https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Tarkam#:~:text=Tarkam%20atau%20antarkampung%20adalah%20pertandingan,sepak%20bola%20ataupun%20bola%20voli.
https://id.quora.com/Mengapa-sepak-bola-di-Indonesia-selalu-identik-dengan-kerusuhan
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

